Polisi Sebut Ledakan Bukan dari Bondet

Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, menunjuk almari yang kacanya janya retak di dekat lokasi ledakan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapolres Probolingg Kota AKBP Alfian Nurrizal, menunjuk almari yang kacanya janya retak di dekat lokasi ledakan (Agus Salam/Jatim TIMES)

BANGKALANTIMES, PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota (Polresta) menyebut benda yang meledak di gudang barang bekas, Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (10/7) siang kemarin, bukan bondet. Tetapi benda lain, yang hingga kini belum diketahui.

Pernyataan tersebut, disampaikan kapolresta AKBP ALfian Nurrizal, saat berkunjung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain melakukan oleh TKP, Alfian juga memintai keterangan saksi yang mengetahui ledakan. Termasuk pemilik gudang, Nurhasan dan warga yang menyelamatkan korban dan mengamankan lokasi kejadian.

Tak hanya itu, polresta juga menerjunkan Satuan anjing pelacak K-9 di lokasi kejadian. Anjing yang mengendus sejumlah barang, belum bisa mengungkap kasus ledakkan yang mengkagetkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalan Sunan Bonang, depan gudang.

Meski demikian, hasil olsh TKP bisa diketahui, kalau benda yang meledak di gudang barang bekas tersebut, bukan bondet seperti kabar yang beredar. Itu berdasarkan pengamatan di TKP yang dilakukan kapolresta bersama anggotanya. “Hasil oleh TKP sementara, benda yang meledak bukan bondet,” tegasnya.

Mengingat, kaca almari di dekat ledakan tidak pecah, tetapi hanya retak. Selain itu, petugas mulai Rabu kemarin hingga Kamis siang, petugas yang diterjunkan melakukan penyelidikan, tidak menemukan serpihan bahan peledak atau barang yang mencurigakan. “Tidak ada serpihan yang kami temukan,” katanya.

Disebutkan, pihaknnya menduga ledakan dari bakan kimia. Hanya saja, AKBP Alfian tidak menjelaskan bahan kimia yang menjadi sumber ledakan. Ia hanya mengamankan jeriken berwarna biru yang diduga bekas wadah bahan kimia. “Ya, jeriken itu, kami amankan sebagai berang bukti. Enggak tahu bahan kimia apa. Setelah kami cium, baunya menyengat,” katanya.

Polresta akan membawa jeriken yang dimaksud ke labfor Polri Cabang Surabaya, untuk diperiksa dan diselidiki lebih lanjut. Selain memeriksa sejumlah barang yang ada di gudang, dalam kesempatan itu Alfian juga memintai keterangan sejumlah saksi. “Ada beberapa saksi yang sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Saat ditanya Andik, salah satu warga yang biasa menyetor barang ke Nurhasan, pengusaha barang bekas, Alfian mengatakan, akan memanggil yang bersangkutan. Hal itu dilakukan, agar ledakan tersebut segera terungkap. Mengingat, saat terjadi ledakan, Andik menyetor barang bekas ke Nurhasan. “Belum dimintai keterangan. Andik, nanti juga akan kami panggil,” tambahnya.

Olah TKP berlangsung ketat. Selain lokasi digaris polisi, sejumlah anggota polresta tampak berjajar di depan gudang. Selain itu ada sejumlah petugas bersenjata lengkap dan petugas membawa anjing pelacak. Polresta juga menutup akses jalan dan jalur kendaraan dialihkan ke tempat lain. Olah TKP juga disaksikan puluhan warga setemppat, yang ingin tahu dari dekat kejadian tersebut.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top