Massa Berpakaian Putih-Putih Gelar Aksi, Serukan Kedamaian Indonesia hingga Salat Ghaib

Massa  yang mengatasnamakan KMPK menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Massa yang mengatasnamakan KMPK menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

BANGKALANTIMES, MALANG – Puluhan warga yang mayoritas berpakaian putih-putih serukan aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang, Selasa (25/6). Massa yang tergabung dalam Komite Malang Peduli Keadilan (KMPK) tersebut menginginkan keadaan di negara Indonesia penuh kedamaian dan keadilan.

Sebelumnya massa yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak muda itu bergerak dari kawasan Masjid Jami Kota Malang menuju gedung DPRD usai salat duhur.

Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Kami Rindu Indonesia Damai'. Mereka juga membawa atribut berupa poster kecil dengan kata-kata semangat menjaga persatuan.

Aksi ini turut diwarnai dengan salat ghaib oleh peserta. Mereka juga membaca tahlil dan doa bersama untuk para anggota kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia dan sakit karena bertugas mengawal Pemilu 17 April 2019  lalu.

Koordinator aksi Haris Budi Kuncahyo mengatakan, situasi dan kondisi negara Indonesia dirasa meresahkan dengan adanya konflik-konflik politik. "Situasi NKRI ini makin lama makin ada potensi konflik, baik lokal, regional maupun nasional. Kami aksi dalam rangka untuk membawa kesejahteraan, adil, dan makmur bagi negeri ini," ujar dia.

Menurut Haris, jika tidak ada masyarakat yang menggelorakan kedamaian di Indonesia, akan membuat semakin terpecah belah. Terutama di masa politik yang berujung pada kerusuhan belum lama ini. "Kami tidak akan pernah kompromi dengan sikap politik apa pun atas nama apa pun yang kemudian mencerai beraikan negeri ini," tandas dia.

Massa juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap mendukung keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait sengketa hasil pilpres tanpa memandang siapa yang akan jadi pemenangnya, baik pasangan capres-cawapres 01 atau 02.

"Kami mendukung apapun keputusan MK nanti. Karena kecurangan itu bukan milik 01 atau 02. Itu adalah suara rakyat yang sedang diperjuangkan. Tidak hanya kelompok ini dan itu, tapi ini milik rakyat yang merindukan keadilan," ucap Haris.

Di akhir pelaksanaan aksi, massa membacakan deklarasi damai menolak kerusuhan dan tetap menjaga keutuhan NKRI. Bahkan beberapa dari mereka juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama petugas kepolisian.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top