Polres Tulungagung Lanjutkan Kasus Puji Ati, Penyuplai Data Dibidik

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar di Hotel Istana, Selasa (25/06/2019). / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar di Hotel Istana, Selasa (25/06/2019). / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

BANGKALANTIMES, TULUNGAGUNG –  Setelah lama tak ada kabar perkembangan kasus ujaran kebencian yang menyeret tersangka Rahmat Kurniawan (38) alias Wawan Thekle, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Kini kasus itu akan dilanjutkan  penyidikannya. 

Wawan yang memiliki akun Puji Ati itu telah divonis hukuman 1 tahun 3 bulan dengan denda Rp 500 juta subsider 2 bulan penjara. "Masih akan kami lanjutkan. Belum ada perintah penghentian hingga saat ini," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar Selasa (25/06) saat acara halalbihalal kebhinekaan di Hotel Istana Tulungagung

Penyidikan lanjutan yang dinilai lamban ditepis kapolres. Tofik mengatakan selama ini banyak kegiatan yang dihadapi polisi dalam rangka pilkada hingga pilkades. "Jadi, karena masih ada gelaran pemilu, Lebaran hingga pilkades yang akan datang, sejumlah personel masih melakukan konsentrasi masalah tersebut. Namun setelah pilkades ini, kami pastikan penyidikan akan segera dilanjutkan," paparnya.

Senada dengan kapolres, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyono yang berada di lokasi yang sama menegaskan,  penyidik akan segera menentukan kasus hukum terhadap pihak yang terlibat. Di antara yang akan dilanjutkan penyidikannya adalah empat orang yang hingga kini berstatus saksi dan masih wajib absen di reskrim. 

"Kami pastikan proses akan jalan terus. Yang absen sampai saat ini masih harus wajib absen," ucapnya.

Hendro juga memastikan para penyuplai data yang kemudian diposting oleh akun Puji Ati dan diketahui merupakan konten fitnah juga akan terus dikejar hingga kasus tersebut benar-benar tuntasn"(Bagi para penyuplai data),  kami akan lakukan penyidikan. Secepatnya akan kami mulai lagi (penyidikan lanjutan)," tambah kasat reskrim.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tulungagung Yuri Ardiansyah mengatakan Rahmat Kurniawan alias Puji Ati telah menjalani hukuman. Vonis yang diberikan majelis hakim adalah 1,5 tahun dan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU memberikan tuntutan 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Jika polisi melanjutkan penyidikan kembali dan menemukan keterlibatan pihak lain, Pengadilan Negeri Tulungagung, menurut Yuri, akan menerima limpahan. "Jika mendapat pelimpahan, tetap akan kami terima. Namun saat persidangan, tidak ada rekomendasi yang diberikan hakim untuk memproses pihak terkait. Tapi pada intinya, jika masalah tersebut berproses dan ada pelimpahan, akan kami terima," ucapnya.

Setelah mendapat pelimpahan, hakim PN akan mengadili perkara dan menjatuhkan putusan. "Apabila terbukti, akan dinyatakan bersalah dan dihukum. Apabila tidak terbukti, akan dibebaskan," pungkasnya.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top