Modus Baru Pengiriman Rokok Ilegal, Nyaris Rugikan Negara Rp 1,25 Miliar

Kegiatan pemusnahan barang hasil penindakan Kantor Bea Cukai Malang periode Januari-Mei 2019. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kegiatan pemusnahan barang hasil penindakan Kantor Bea Cukai Malang periode Januari-Mei 2019. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BANGKALANTIMES, MALANG – Sejumlah modus baru dilakukan para pelanggar hukum di wilayah kerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Malang untuk mengelabui petugas. Sepanjang Januari hingga Mei 2019, total ada 94 penindakan dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 1,257 miliar. 

Kepala Bea Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan mengungkapkan bahwa beberapa modus baru yang muncul tersebut yakni menggunakan jalur darat. "Modus baru yang kami temui adalah membawa rokok ilegal atau tanpa pita cukai dengan mobil. Saat dikejar petugas, pengemudi lari dan mobil ditinggal di tepi sawah," ujar Rudy.

Akibatnya, petugas kesulitan untuk menindaklanjuti kasus tersebut hingga tahap penyidikan. "Ada juga yang pakai sopir sewaan, barang dari Kediri ditangkap di Kota Batu. Sopir tidak tahu isi barang kiriman itu karena sudah dipacking dan hanya diminta untuk mengirimkan," terangnya.

"Barangnya masuk dalam daftar Barang yang Dikuasai Negara (BDN) lalu diajukan untuk dimusnahkan," lanjutnya. Hari ini (25/6/2019) pihak Bea Cukai Malang bersama instansi terkait menggelar kegiatan pemusnahan barang hasil penindakan. 

Total ada 3.053.776 batang rokok ilegal; 3,577 ton tembakau iris; 170,1 liter minuman keras; 256 botol liquid vape tanpa pita cukai, serta 190 item barang ilegal kiriman Pos. Menurut Rudy, jumlah penindakan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Misalnya untuk jenis minuman keras, pada 2018 lalu terkumpul sekitar 3 ribu botol. "Pada Juni 2019 ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melaksanakan operasi dengan nama 'Gempur Rokok Ilegal’ yang serentak dilakukan seluruh unit pengawasan," tuturnya. 

Dengan dimulainya operasi ini, lanjut Rudi, Bea Cukai Malang khususnya unit pengawasan akan lebih gencar dalam melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. "Kami juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rokok ilegal. Upaya tersebut merupakan langkah preventif, agar masyarakat dapat berkontribusi dalam pemberantasan rokok ilegal," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top