Sutiaji Pamer Kolaborasi Kota Kreatif dan Heritage City di Bekraf

Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan pemaparan dihadapan Badam Ekonomi Kreatif (Bekraf) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan pemaparan dihadapan Badam Ekonomi Kreatif (Bekraf) (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

BANGKALANTIMES, MALANG – Di hadapan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Wali Kota Malang Sutiaji pamer keunggulan kolaborasi antara kota kreatif dan heritage city. Perpaduan yang mengedepankan kemajuan dan budaya lokal itu pun disebut mampu membuat Kota Malang semakin maju.

Dalam pemaparan yang dilakukan dalam Strategic Planning dan Road Map Malang Kota Kreatif di Alila Hotel Jakarta Pusat, Sutiaji menyampaikan jika Kota Malang siap menjadi kota kreatif berbasis Aplikasi dan Pengembangan Game melalu program KaTa (Kabupaten Kota) Kreatif yang diselenggarakan oleh Bekraf.

Melalui industri subsektor bidang game dan aplikasi, menurutnya Kota Malang telah melahirkan produk game seperti start up panic, paw paw, kimo run, galactic rush dan lain sebagainya (lihat gamedevmalang.com). Sedangkan untuk aplikasi ada Edupongo, kebromo.com, nusantaragps.com, indiekraft.com, travelingyuk.com, dataproyek.id, inon.com, myerpplus.com dan masih akan terus bertambah.

"Saya sampaikan, ada salah satu perusahaan produk dari game yang sudah dibeli oleh pengusaha di Amerika yang cukup laku," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Senin (24/6/2019).

Dia menjelaskan, produk tersebut dalam tahap pertama sudah dibandrol dengan harga 100.000 US dollar atau hampir Rp 1,4 Miliar. Namun tidak hanya dijual saja, produk tersebut juga mendapatkan royalti. Itu menunjukkan jika kualitas produk yang dihasilkan arek Malang cukup berpengaruh.

Pertumbuhan industri dalam subsektor bidang game dan aplikasi ini, berdampak positif pada perekonomian masyarakat dan serapan tenaga kerja. Data Pemerintah Kota Malang menyebut hingga saat ini, subsektor game dan aplikasi mampu menyerap lebih dari 2.200 tenaga kerja, 624 personal linear dan aktif dalam bidang tersebut.

"Bukan hanya smartcity dalam satu kelompok saja, tapi smartcity sudah menjadi kebiasaan dan harus bisa memberikan arti positif bagi masyarakat Kota Malang," tambahnya.

Malang 4.0 ini menurutnya menjadi sebuah tuntutan. Namun masih harus diimbangi dengan kearifan lokal agar tidak menciderai karakter anak bangsa. Sehingga, dengan modernisasi yang ada, karakter bangsa tetap kuat dan menjadi pondasi bagi anak. "Ekonomi kreatif nantinya tetap mengedepankan karakter bangsa. Indonesianya tetap kental dan tidak tergerus," ujar pria berkacamata itu.

Lebih jauh dia menyampaikan, salah satu Strategic Planning dan Road Map Malang Kota Kreatif adalah memadukan Malang Heritage dan rumah kreatif. Salah satunya terwujud dalam kawasan Kayutangan yang ke depan akan dibuat lebih kekinian dan tetap melestarikan cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Bekraf, Triawan Munaf menjelaskan, Kabupaten/Kota atau Kata Kreatif mengacu pada tiga hal yaitu hacker, hipster dan hustler. Di mana Presiden Joko Widodo sebelumnya menegaskan agar Pemerintah Daerah turut melakukan promosi dengan lebih kreatif. "Seperti mempromosikan produk asal Indonesia agar bisa tembus ke pasaran misalnya," jelasnya.

Sebagai informasi, Kota Malang terpilih sebagai dua besar terbaik kota kreatif dan ditunjuk sebagai role model kota kreatif di Indonesia. Prestasi ini merupakan kolaborasi pentahelix yang melibatkan komunitas/masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha dan media. Bersama stakeholder tersebut mewujudkan Kota Malang menjadi Kota Kreatif berbasis Aplikasi dan Pengembangan Game melalu program KaTa (Kabupaten Kota) Kreatif yang diselenggarakan oleh Bekraf.

Sejak tahun 2016, Bekraf telah melaksanakan program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Program ini bertujuan untuk memberikan tools bagi KaTa untuk memetakan ekosistem, potensi, best practice dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif KaTa.

Setelah melalui proses yang panjang, mengkerucut menjadi 4 KaTa Kreatif, 2 kabupaten dan 2 Kota yaitu Kota Malang, Kota Palembang, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top