Pemkot Probolinggo akan Dirikan Rumah Sakit Rujukan

RSUD dr Muhammad Saleh di Jalan Mayjen Panjaitan Kota Probolinggo yang bertipe B namun terkadang Overload  (Agus Salam/Jatim TIMES)
RSUD dr Muhammad Saleh di Jalan Mayjen Panjaitan Kota Probolinggo yang bertipe B namun terkadang Overload (Agus Salam/Jatim TIMES)

BANGKALANTIMES, PROBOLINGGO – Tak lama lagi, Rumah Sakit rujukan yang menjadi misi visi Wali Kota Probolinggo, akan terwujud. Tahapan pembangunannya direncanakan akan dimulai tahun 2020. Bahkan, Menteri Kesehatan hari ini, Jumat akan berkunjung ke Kota Probolinggo. 

Hal tersebut diungkap Wali Kota Hadi Zainal Abidin, usai acara rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu (19/6) pukul 20.00. Menurutnya, pembangunan rumah sakit rujukan sudah On Progress dan pembangunannya akan dimulai tahun depan (2020).

Bahkan hari ini, Jumat (21/6) dari mentri kesehatan akan mengunjungi Kota Probolinggo. Selain akan melihat langsung kondisi RSUD dr Muhammad Saleh, menteri juga akan berkunjung ke lahan yang dipersiapkan untuk rumah sakit rujukan. Yakni, di areal yang ada di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kademangan.

“Sudah On Progress dan pembangunannya akan dimulai tahun depan. Besuk menteri kesehatan akan kesini,” tangas wali kota tanpa menyebut, tujuan menteri kesehatan datang ke wilayahnya. Hadi juga tidak menjelaskan secara rinci, apa saja yang akan dibangun di lahan yang disediakan untuk rumah sakit baru tersebut.

 

Terpisah, kepala Bappeda Rey Siwigtiyo membenarkan, kalau rumah sakit rujukan akan dimulai tahun depan pembangunannya. Hanya saja pembangunannya tidak sekaligus rampung, tetapi bertahap. Tahapan awal, bangunan fisik yang akan dibangun, pagar dan jembatan yang akan dipakai akses dari jalan raya Profesor Hamka menuju lokasi rumah sakit.

Dananya, dari APBD Kota Probolinggo dan bantuan pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur. Hanya saja, bapak yang biasa dipanggil Tiyok ini, tidak menjelaskan jumlahnya. Tahapan berikutnya, pembangunan fisik gedung pasien serta perkantoran. “Ya, pelan-pelan. Kalau sekaligus, dananya tidak mencukupi,” tandasnya.

Rumah sakit yang baru tersebut lanjut Tiyok akan menempati lahan sekitar 3,8 hektar. Nantinya akan diperluas menjadi 5 hingga 10 hektar. Perluasannya, sebagian akan memanfaatkan tanah asset dan sebagian tanah warga yang berlokasi di sekitar rumah sakit. “Disana nanti, tidak hanya rumah sakit. Ada tempat bermain, kolam dan lain-lain. Ya semacam tempat pariwisata,” tambahnya.

Menurutnya, lahan rumah sakit seluas 10 hektar itu nantinya, tidak seluruhnya untuk fisik rumah sakit, tetapi akan ditata sedemikian rupa, sehingga ramah lingkungan. Tiyok menyebut, master plannya sudah jadi, termasuk review kajian dan review DED-nya. “Nantinya tidak semrawut seperti RSUD yang sudah ada. Semuanya ditata, termasuk parkir. Jadi gedungnya nanti keatas,” tambahnya.

 

Tiyok mengaku belum mengetahui, kapan rumah sakit yang baru itu ditempati. Yang jelas, setelah sebagian gedungnya rampung digarap. Rumah sakit di wilayah selatan itu akan diberi nama Rumah Sakit (RS) Tumbuh Berkembang dan berstatus kelas C. Mengingat, RS yang dimaksud akan ditumbu-kembangkan hingga menjadi RS rujukan bertipe B. “Ya, seperti itu. Kan kami sudah memiliki RS tipe B. Ya, RSUD dr Muhammad saleh itu,” katanya.

Perlahan namun past, seluruh pegawai RSUD mulai dari bagiuan administrasi hingga para medis akan bertahap ditarik ke RS yang baru, hingga RS rujukan tersebut rampung 100 persen. Nntinya RSUD dr Muhammad Saleh yang bertipe B turun menjadi tipe C. Sedang RS rujukan yang awalnya tipe C naik bertipe B. “Nntinya seperti itu. Ya, mamang harus bertahap. Terbentur dana,” pungkasnya

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top