Empat Pengedar Pil Koplo di Jombang Dibekuk, Tiga Berstatus Pelajar

Sejumlah pelaku pengedar pil koplo yang berstatus pelajar digelandang ke sel tahanan oleh anggota polisi Polres Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Sejumlah pelaku pengedar pil koplo yang berstatus pelajar digelandang ke sel tahanan oleh anggota polisi Polres Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

BANGKALANTIMES, JOMBANG – Empat warga Jombang diamankan polisi terkait peredaran obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis pil koplo. Tiga di antara pelaku tersebut masih berstatus pelajar.

Tiga pengedar berstatus pelajar ini yakni RAM (18) alias Jupek, pelajar asal Kecamatan Jogoroto, MAI (16), pelajar asal Kecamatan Sumobito, dan AW (18) alias Gombes, pelajar asal Kecamatan Jogoroto. Dan satu pengedar lainnya yang turut diamankan yakni Firmansyah (23), kuli bangunan asal Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto menerangkan, penangkapan keempat pengedar okerbaya ini bermula saat anggota Polsek Jogoroto mendapati seorang wanita berinisial DP (22), warga Kecamatan Sumobito yang diketahui sedang membawa 20 butir okerbaya, pada Senin (17/6) malam.

"Sekitar jam 21.00 Wib, petugas Polsek Jogoroto telah mengamankan pasangan muda mudi yang mencurigakan di Lapangan Dusun Belut, Des Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. DP didapati membawa 2 bungkus kertas rokok berisi 20 pil koplo," ungkap Kapolres, Rabu (19/6) malam.

Berawal dari temuan pil koplo yang dibawa oleh DP ini, polisi kemudian mengembangkannya. Kemudian didapati dari keterangan DP bahwa barang haram tersebut didapat dari RAM alias Jupek, seorang pelajar asa Kecamatan Jogoroto.

Berbekal keterangan DP tersebut, polisi lantas mengejar pelajar yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas itu. RAM berhasil dibekuk polisi selang satu jam setelah penangkapan DP.

"Dari penangkapan RAM, kami menemukan uang tunai Rp 100 ribu, yang diduga sisa penjualan pil koplo. Dan juga mengamankan satu unit HP Samsung Galaxy J2 Prime, yang diduga sebagai alat komunikasi jual beli pil koplo," beber Fadli.

Setelah itu sejurus kemudian, polisi juga mengamankan MAI (16), pelajar asal Kecamatan Sumobito. Dari tangan pelaku ini, polisi mengamankan satu buah ponsel bermerk Samsung Galaxy J2 Prime, warna hitam. "Handphone ini diduga sebagai alat komunikasi transaksi jual beli pil koplo," sambungnya.

Tak berhenti di situ, polisi terus mengembangkan kasus peredaran okerbaya yang dilakukan oleh para pelajar ini. Hasilnya, polisi berhasil meringkus AW (18) alias Gombes, pelajar asal Kecamatan Jogoroto, di Desa Janti, pada Selasa (18/6) pukul 05.00 WIB.

Masih menurut penjelasan Kapolres Jombang, bersamaan dengan AW, polisi juga mengamankan Firmansyah (23), kuli bangunan asal Desa/Kecamatan Peterongan.

Dari tangan pengedar pil koplo ini, 100 butir pil koplo dan dua buah telepon genggam yang diduga sebagai alat komunikasi jual beli barang haram itu. "Keempat pengedar ini kita kenakan pasal 196 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan," ujarnya.

Sementara, dari pengungkapan peredaran pil koplo tersebut, diberangkan Kapolres, total yang diamankan 9 orang. Namun 5 orang dibebaskan karena tidak memenuhi unsur pidananya. Salah satunya yakni DP (22), warga Kecamatan Sumobito.

Menurut Kapolres, kelima orang itu tidak memenuhi unsur pidana yang diatur dalam pasal 196 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tentang kesehatan. Kelima orang itu diketahui hanya sebagai pengguna.

"Masyarakat belum terlalu faham bahwa untuk undang-undang kesehatan ini, maka pengguna itu tidak bisa dihukum, dan yang bisa dihukum adalah yang mengedarkan," jelas Fadli.

Saat ini 4 orang lainnya masih menjalani proses lebih lanjut di Polres Jombang. Hal ini dikarenakan tiga dari tersangka pengedar pil koplo tersebut berstatus pelajar.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top