Stok Darah Menipis

Salah satu warga Kota Probolinggo mendonorkan darahnya ke UTD  Unit Transfusi Darah setempat (Agus Salam/Jatim TIMES)
Salah satu warga Kota Probolinggo mendonorkan darahnya ke UTD Unit Transfusi Darah setempat (Agus Salam/Jatim TIMES)

BANGKALANTIMES, PROBOLINGGO – Stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Cabang Kota Probolinggo, Menipis. Namun, tidak semua golongan darah yang bernasib seperti itu. Golongan darah yang ketersediannya cukup untuk 3 hari ke depan, golongan darah O. Sedang untk golongan darah A, B dan darah AB, cukup untuk memenuhi kebutuhan darah seminggu ke depan.

Kodisi seperti itu disampaikan Dau Widodo kepala administrasi UTD setempat, Kamis (13/6) siang.  Menurutnya, ketersediaan darah O menipis paska atau setelah lebaran, sedang saat ramadlan persedian darah semua golongan, dirasa cukup. Namun begitu, pihaknya tidak sampai menghubungi PMI daerah lain untuk memenuhi permintaan darah O. Mengingat, belum ada pasien yang butuh golongan darah tersebut.

Termasuk juga permintaan terhadap golongan darah A, B atau AB. Bahkan, pihaknya sempat droping ke daerah atau wilayah sekitar yang membutuhkan darah. Sementara, saat ini jumlah kantong darah yang tersimpan di UTD hanya 162 kantong. Terbagi dalam golongan darah A sebanyak 60 kantong; B 36 kantong; O 30 kantong; AB 36 kantong. Padahal, kebutuhan darah per bulan sekitar 700 kantong.

Untuk menyeimbangkan ketersediaan dan permintaan darah, pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Diantaranya, melayani donor darah di kantor dan di luar kantor UTD PMI. Caranya, menghubungi via WA atau SMS warga yang pernah atau sering berdonnor darah, terutama mereka yang golongan darahnya O. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan donor darah di luar kantor. Diantaranya dengan cara menerjunkan tim pendonor darah ke instansi pemerintah dan perusahaan serta BUMN dan BUMD yang ada di wilayahnya.

Selain itu pihak UTD juga membuka donor darah untuk umum di alun-alun kota, yang rencananya sudah dimulai minggu kemarin. Alhasil, ketersedian darah O cukup untuk 3 hari ke depan dan untuk golongan dara A, B dan AB cukup untuk satu minggu ke depan. “Itu langkah yang kami ambil. Alhamdulillah, semuanya bisa diatasi. Masyarakat sudah tidak takut untuk berdonor darah. Kita banyak melakukan sosialisasi kepada warga,” tandasnya.

Kurangnya stok darah,  menurut DAU karena tidak seimbangnya jumlah pendonor darah dengan orang yang membutuhkan darah. Disebutkan, satu orang pasien membutuhkan lebih dari satu kantong darah. Sedang satu pendonor darah, hany bisa diambil darahnya satu kantong. “Untuk pendonor, kita hanya bisa mengambil 1 kantong darahnya. Sedang satu pasien, butuh minimal 2 bahkan ada yang butuh 3 kantong  darah. Ini kan tidak seimbang,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top