Terkendala Lokasi, Pasar Panggung Alun-Alun Kota Batu Tak Terjamah

Pasar Panggung berada di area Selatan GOR Ganesha, Alun-Alun Kota Batu, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pasar Panggung berada di area Selatan GOR Ganesha, Alun-Alun Kota Batu, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BANGKALANTIMES, BATU – Pasar Panggung di kawasan selatan GOR Ganesha di  Alun-Alun Kota Batu memang menjadi salah satu destinasi kuliner baru. Sayang para pedagang kaki lima (PKL) itu mengaku sepi konsumen yang datang ke sana.

Para PKL itu dulunya menempati rumah tua Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Jelas berbeda memang karena dulu kokasi yang mereka tempati mudah ditemukan para konsumennya.

Berbeda dengan tempat yang mereka tempati saat ini, dirasa sepi karena lokasinya tidak mudah diketahui oleh konsumen. “Sudah hampir dua bulan kita di sini, belum banyak yang ke sini,” kata Mariati, pedagan Pasar Panggung.

Ia mengatakan setiap hari tidak banyak pengunjung yang datang di Pasar Panggung lantaran tidak mengetahui lokasinya. Terkecuali bagi mereka yang menjajal kuliner di area food court. Sebab, pintu masuk Pasar Panggung itu terhubung dengan food court. Sehingga jika pengunjung ke food court, akan mengerti lokasi Pasar Panggung.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Kaero Latif Setyawan mengatakan telah memiliki strategi tersendiri untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Kami akan buka panggung open gigs untuk pengamen di depan pasar itu (Pasar Panggung),” kata Latif.

Strategi itu juga sekaligus mengurangi pengamen liar yang beroperasi di sekitar alun-alun. ”Sudah koordinasi dengan Dinsos (dinas sosial) dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) agar ada penataan untuk pengamen ini,” imbuhnya.

Dengan cara ini, diharapkan suara keramaian dan kemeriahan musik bisa memancing wisatawan untuk naik ke lantai dua. ”Paling tidak, bunyi-bunyian dan hiasan lampu bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ungkap Latif.

Menurut dia, penataan alur pengunjung juga menjadi cara lain. Tujuannya agar wisatawan yang berkunjung ke alun-alun dan ingin menikmati kuliner maupun berbelanja tidak hanya di lantai satu saja.

Sementara itu, di Pasar Panggung itu ada 72 PKL. Di sana menyuguhkan beragam kuliner hingga aksesori dan sebagainya. Mereka menempati stan berukuran 2 x 2 meter per orangnya dengan lahan yang digunakan totalnya seluas 500 meter persegi. 

Jika ingin ke Pasar Panggung, tempatnya cukup nyaman dan bersih. Bahkan PKL menyuguhkan tempat meja dan kursi tersendiri untuk kenyamanan konsumen. Ditambah dekorasi lampu-lampu bola kuning yang digantung mempercantik Pasar Panggung. 

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top