Tak Kapok Enam Kali Dipenjara, Jambret Asal Blitar Ini Kembali Dibekuk Polisi

Ilustrasi.(Foto : elshinta.com)
Ilustrasi.(Foto : elshinta.com)

BANGKALANTIMES, BLITAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota kembali menangkap Yusron Efendi alias Pendi (28), warga Jalan Pakel 1, Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Pendi ditangkap petugas Satreskrim Polres Blitar Kota pada Sabtu (18/05/2019) kemarin di kediamannya. Pendi kembali dibekuk polisi setelah menjambret kalung milik Indahwati (korban), warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, di pinggir jalan selatan Pasar Dimoro.

Pelaku melakukan aksinya pada Minggu (21/04/2019) sekitar pukul 11.34 WIB. Awalnya pelaku tengah berkeliling di wilayah Kota Blitar untuk mencari calon korban yang berpotensi dijambret. Saat melintas di jalan arah menuju Pasar Dimoro, Pendi mendapati Indahwati tengah berkendara sendiri menuju arah barat atau jalanan selatan Pasar Dimoro.

Pendi mendapati Indahwati tengah memakai perhiasan kalung yang dinilainya berpotensi untuk dijambret. Pelaku terus mencoba membuntuti korban. Hingga sampai di jalanan selatan Pasar Dimoro, pelaku mendekati korban dari samping kanan dan pelaku langsung menarik kalung korban hingga kalung putus.

Pendi berhasil membawa lari kalung korban ke arah barat. Korban  juga sempat teriak 'jambret-jambret', yang akhirnya tidak membuahkan hasil untuk mencoba menangkap pelaku. Mengalami kajadiaan nahas itu, korban langsung melapor ke Polsek Sukorejo.

Laporan korban teregister pada nomor LP/07/IV/2019/JATIM/RES BLT KOTA/SEK SKRJ. Seketika petugas dari Polsek Sukorejo langsung melapor dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Blitar Kota untuk menindaklanjuti kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan itu.

"Tersangka saat ini kami tangkap sudah ketujuh kalinya melakukan kegiatan seperti ini. Baru keluar dari penjara sekitar tiga atau empat bulan yang lalu. Jadi, dia memang sudah spesialis," jelas Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, kepada awak media saat press release kasus ini di Mapolres Blitar Kota, Rabu (22/05/2019). 

Adewira menguraikan, saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku di kediamannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti hasil jambret pelaku berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, perhiasan emas seutas kalung dan satu unit helm merek INK.

"Semua hasilnya (hasil jambret) saya buat senang-senang di komplek (lokalisasi Ngunut). Sasarannya selalu ibu-ibu karena mudah dan gampang," aku Pendi saat dikonfirmasi Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar dan awak media.

Kepada wartawan, polisi menyebut korban mengalami kerugian materi senilai Rp 11.600.000. Polisi menjerat pendi dengan Pasal 365 Subsidair Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara  9 tahun.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top