Buka Bareng Anak Yatim Piatu, Wawali Malang Ingatkan Nilai Kebangsaan

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kenalan baju koko hitam, tengah) saat membuka acara buka bersama anak yatim piatu di Perpustakaan Umum Kita Malang, Jumat (17/5/2019). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kenalan baju koko hitam, tengah) saat membuka acara buka bersama anak yatim piatu di Perpustakaan Umum Kita Malang, Jumat (17/5/2019). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BANGKALANTIMES, MALANG – Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko hadir dalam kegiatan buka bersama anak yatim piatu dan duafa yang digelar di Perpustakaan Umum Kota Malang, Jumat (17/5/2019). Di hari yang penuh berkah itu, pria berkacamata tersebut menyampaikan  banyak hal kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir.

Satu di antaranya berkaitan dengan kewajiban sebagai anak bangsa yang harus senantiasa menjaga dan mencintai bangsanya. Pria yang akrab disapa Bung Edi itu pun mengajak agar anak-anak senantiasa menjaga persatuan bangsa hingga dewasa kelak.

"Ada banyak tugas yang nanti harus diselesaikan. Maka mencintai bangsa dan negara kita Indonesia harus selalu dijaga," katanya.

Lebih jauh Bung Edi menyampaikan pentingnya pendidikan karakter bagi ana-anak. Di era keterbukaan seperti sekarang, dia menyebut pendidikan karakter sangat penting g sebagai pendamping dari intelektual dan kecerdasan setiap anak.

Kecerdasan dan pendidikan karakter dia nilai menjadi satu kesatuan yang penting untuk menciptakan generasi penerus yang lebih hebat. Tentunya harus berkarakter, berjiwa religi, memiliki sopan santun, serta ilmu yang tinggi. "Ketika semuanya dimiliki anak-anak, maka itu akan menjadi lebih baik lagi ke depan," urai politikus Golkar itu.

Itu sebabnya, Pemerintah Kota Malang juga menerapkan pendidikan karakter pada tahun ajaran baru yang telah dimulai. Harapannya, ada keseimbangan antara karakter anak dan ilmu pengetahuan yang terus mengalami perkembangan pesat.

"Nilai kebudayaan, etika, kebangsaan, dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh ditinggalkan meski saat ini kemajuan zaman tak bisa ditolak dengan segala ilmu pengetahuannya," ucap Bung Edi. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top