Di Usia Senja, Pria Lansia Asal Ngentrong Ini Aktif Ajarkan Empat Gerakan Therapy Yoga

Triman, praktekkan satu gerakan Therapy Yoga yang bermanfaat bagi kesehatan manusia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Triman, praktekkan satu gerakan Therapy Yoga yang bermanfaat bagi kesehatan manusia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

BANGKALANTIMES, TULUNGAGUNG – Jika pada lazimnya gerakan dasar senam yoga ada lima yang dikenal di antaranya gerakan sukhasana, bujang coba atau bujang ashana, gerakan upward dan gerakan pavanamukhtasana serta three pose, seorang pria lansia yang bernama Triman (77) ini. 

Pria yang lahir 5 Desember 1942 dan beralamat di Dusun Centong RT 01 RW 7 Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung ini memiliki senam yang dia sebut sebagai terapi yoga.

"Ini sudah saya praktekkan sejak muda dan puluhan tahun lalu. Hasilnya sangat bermanfaat bagi tubuh," kata Triman, Rabu (15/05) siang.

Menurut Triman, hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk melakukan empat gerakan dasar yang berguna bagi kesehatan tubuh sepanjang hari dan seyogyanya rutin dilakukan sebelum aktivitas. 

"Sebelum beraktivitas, empat gerakan ini mampu membuat tubuh kita fresh sepanjang hari. Jadi saya sejak muda melakukan gerakan berikut dan hasilnya hingga usia sekarang saya masih kuat nyetir mobil antar kota dan naik sepeda motor dengan jarak puluhan kilo tiap hari," tuturnya.

Empat gerakan therapy yoga yang dimiliki Triman menurutnya bermanfaat untuk menormalisir urat dan saraf secara alamiah dan benar.

"Therapy ini sudah saya daftarkan sehingga ini bisa di praktekkan dan ditularkan bagi siapapun yang membutuhkan," jelasnya.

Gerakan yang dikamsud di antaranya adalah

1. Menarik Urat Samping

Cara mempraktekkan yaitu dengan menekan perut dengan paha sekuat mungkin "Fungsi gerakan ini agar perut normal kembali," lanjut Triman sambil menyontohkan satu gerakan yang dimaksud.

2. Pondasi (Meditasi)

Gerakan ini sering kali dapat dilihat dalam senam yoga pada umumnya, yaitu posisi tubuh bersila tumpang seperti patung gajah mada dengan meletakkan telapak kaki di atas dua paha.

Setelah itu diteruskan dengan empat gerakan lain yang variatif dengan tetap pada posisi sila tumpang. 

Gerakan itu disebut empat gerakan isi, diantaranya adalah

- menarik jari tangan hingga pangkal lengan dan pelepasan untuk menormalisir urat saraf ujung jari tangan sampai pangkal lengan

- menormalisir urat syarat pada pangkal leher ke arah kepala dengan gerakan memutar. 

"Fungsi gerakan ini supaya aliran darah ke kepala normal," imbuhnya.

- menarik pinggang ke kanan dan kiri dengan fungsi urat samping supaya normal

- mencium tanah dengan tangan tegak berfungsi untuk normalisir ginjal

3. Menarik Urat Belakang

Cara yang di gunakan Triman adalah dengan cara duduk dan membujurkan kaki kemudian mencium dengkul

"Fungsi gerakan ini untuk menormalisir urat belakang seluruh badan. Nah ini sering dikeluhkan manusia pada usia dewasa, coba di praktekkan dan hasilnya keluhan pelan-pelan akan berkurang," jelasnya.

4. Gerakan Menarik Urat Depan dengan Menekuk Kedua Paha Lurus dengan Betis. 

Posisi betis di bawah paha kemudian rebah ke belakang dan menarik nafas panjang.

"Gerakan ini berfungsi menetralisir urat syaraf depan," tandasnya.

Namun untuk mengakhiri empat gerakan itu, Triman memberikan gerakan pelemasan dengan ditutup menarik dua paha dan bangun tanpa mengangkat dua kaki. 

"Tangan ditaruh di atas paha dengan kaki tetap lurus tanpa pergerakan," kata Triman.

Setelah posisi duduk, gerakan paling akhir yaitu gerakan pelepasan dengan menekuk pinggang dengan pelan.

Triman yang kini memiliki seratus lebih anggota komunitas therapy mengaku siap memberikan ilmu yang dimiliki itu untuk kepentingan sosial.

"Gerakan ini sudah sering kita praktekkan pada penderita gangguan organ tubuh dan penyakit, hasilnya keluhan jadi berkurang bahkan hilang," tuturnya.

Triman ingin therapy yang diciptakan itu bermanfaat bagi orang lain sehingga dirinya rela memberikan tutor secara gratis bagi siapapun yang membutuhkan.

"Amal tidak harus materi, dengan memberikan ilmu dasar therapy seperti ini saya berbuat dan siapapun yang ingin belajar pasti akan saya ajari sampai bisa," pungkasnya.

Jika dilihat dari usia, tak bisa disembunyikan jika Triman masih tampak bugar dan energik jika dibandingkan dengan orang seusianya. 

Pria yang pernah bekerja di PLTA Karang Kates sejak sebelum meletusnya G 30/ S PKI tahun 1965 itu selalu ramah dan memberikan tips teraphy yoga bagi siapapun yang mau untuk mempraktekkan.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top