Celana Dalam Korban Mutilasi di Pasar Besar Mirip dengan Warga Karangploso yang Hilang

Petugas saat melakukan olah TKP di Pasar Besar. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Petugas saat melakukan olah TKP di Pasar Besar. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

BANGKALANTIMES, MALANG – Identitas perempuan korban mutilasi di Pasar Besar Malang sampai  saat ini belum terungkap. Namun, pihak kepolisian  terus berupaya melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Saksi yang telah diperiksa polisi berjumlah enam saksi. Yakni dua pedagang, tiga orang pengawas atau sekuriti Pasar Besar, dan  satu orang dari kalangan warga yang melapor telah kehilangan keluarganya.

Adanya warga yang melapor kehilangan anggota keluarganyadibenarkan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH. Warga yang melapor tersebut merupakan warga Karangploso, Kabupaten Malang.

Mereka kehilangan anak berusia 15 tahun dan hilang sejak 27 April 2019 sampai saat ini. Namun, dari hasil pemeriksaan dan pencocokan jenazah dengan bukti-bukti dari warga yang melapor tersebut, belum ada kecocokan jika korban mutilasi itu adalah keluarganya.

Hanya saja, ada satu ciri yang mirip.  Yaitu celana dalam warna cokelat dengan  motif loreng yang dipakai korban mutilasi. Informasinya, anak yang dilaporkan hilang tersebut juga mempunyai celana dalam sejenis dengan motif loreng.

"Tapi setelah coba dicocokkan dengan difoto lebih dekat, ternyata berbeda dengan milik  anak yang dikatakan hilang. Belum ada kecocokan," papar Asfuri (15/5/2019).

Kapolres  kembali mengimbau agar masyarakat yang memang yang merasa kehilangan keluarganya segera melapor  ke polresta. "Untuk ciri khusus masih kami identifikasi karena masih kami otopsi," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top