Kentut dan Air Kencing Perjaka Ternyata Laris di Negara Ini

Air kencing perjaka diperjual belikan di China. (Foto: istimewa)
Air kencing perjaka diperjual belikan di China. (Foto: istimewa)

BANGKALANTIMES, MALANG – Para penjual biasanya menjual barang-barang yang dibutuhkan banyak orang. Namun kali ini ada juga para penjual yang menjual barang  aneh dan tidak masuk akal.

Bahkan, siapa sangka ternyata barang yang tidak terlihat itu laris di pasaran. Berikut hal-hal aneh tidak masuk akal yang laris diperdagangkan.

1. Oksigen dalam Kemasan Botol, China

Bersyukurlah bagi kalian yang tinggal di Indonesia. Alam yang masih hijau dan hutan yang masih luas menjadi surga tersendiri. Udara yang dihasilkan pun cukuplah segar dan menyehatkan.

Namun berbeda dengan masyarakat di China, negara maju dengan penduduk terpadat di dunia ini. China mempunyai kandungan polusi udara yang sangat tinggi dan berbahaya. Oksigen yang dihirup masyarakatnya pun cenderung tercemar.

Hal tersebut menyebabkan botol oksigen jinjing laris manis di negeri ini. Udara kemasan dengan merek Vitality Air itu adalah produk perusahaan yang berbasis di Edmonton, Kanada. 

Moses Lam dan Troy Paquette memasarkan barang buatannya tersebut melalui media Ebay. Mereka mengklaim oksigen di dalam tabung itu langsung diambil dari Pegunungan Rocky.

Dan ternyata peminatnya sangat banyak. Sebanyak 50 botol habis dalam waktu sekejap. Padahal harga yang ditawarkan tidaklah murah. Mereka membanderol produknya untuk ukuran 7,7 liter seharga Rp 2,2 juta.

2. Air Kencing Perjaka, China

Salah satunya yang cukup membuat geleng-geleng kepala adalah penjualan air seni perjaka dalam botol kemasan. Air seni dalam kemasan tersebut merupakan air seni perjaka yang berasal dari bocah laki-laki yang belum puber. Air seni tersebut dipercaya mampu menyembuhkan demam.

Dan uniknya lagi, banyak warga China yang percaya akan mitos unik sehingga barang tersebut menjadi laris manis. Masyarakat China juga mempunyai tradisi unik dalam hal makanan terkait air seni. Setiap tahun mereka membuat hidangan tradisional berupa telur yang direbus dengan air kencing bocah laki-laki.

3. Kentut Sintetis­, Amerika

Normalnya tidak ada manusia yang menyukai bau kentut karena memiliki aroma busuk. Namun di balik itu semua, kentut juga kerap menjadi bahan candaan bagi beberapa orang. 

Dan hal tersebut tampaknya dilihat sebagai peluang bisnis oleh perusahaan asal Amerika Serikat dengan memproduksi cairan Liquid Ass. Sesuai namanya, cairan dalam botol ini memiliki aroma yang tak sedap seperti kentut. Banyak mahasiswa dan remaja sekolah di Amerika yang membeli Liquid Ass ini sebagai bahan candaan.

4. Salju Kemasan, Amerika

Tidak semua orang tinggal di negara tropis berkesempatan melihat salju. Hal ini membuat Kyle Waring, pengusaha asal Kota Boston, mengemas salju dalam botol untuk kemudian dijual. Produknya dengan brand 'Ship Snow' tersebut dijual dengan harga Rp 279 ribu.

Salju ini cukup awet karena mampu bertahan selama beberapa bulan di dalam botol. Selain dikemas dalam botol, salju buatan Waring tersebut juga dijual dalam kotak berukuran sedang. Namun, karena volume saljunya lebih banyak, wadah salju itu dibanderol lebih mahal, mencapai Rp 1,2 juta per kotak. 

5. Botol Berisi Arwah, Selandia Baru

Avie Woodbury, seorang  wanita asal Selandia Baru, melelang dua botol kecil berisi hantu di salah satu situs. Menurut dia, botol kecil tersebut berisi dua arwah yang telah disegel dengan air suci. Arwah tersebut berhasil ditangkap oleh paranormal atas permintaannya karena telah mengganggu hidupnya selama ini.

Woodbury mengatakan jika ada yang berniat memelihara dua makhluk astral ini, maka dia akan menjualnya dengan harga yang pantas. Dan ternyata banyak yang berminat membeli botol arwah Woodbury tersebut. Arwah senilai NZD 2.000 atau Rp 19 juta per botol tersebut bisa dihidupkan kembali cukup dengan menuangkan isi botol ke dalam piring kecil dan tunggu sesaat sampai menguap habis.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top