Mengamuk, Disuntik, Diborgol, Malah Pria Ini Tewas saat Perjalanan ke RSJ

Petugas melakukan identifikasi jenazah Iwan. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Petugas melakukan identifikasi jenazah Iwan. / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

BANGKALANTIMES, TULUNGAGUNG – Tengah malam atau tepatnya Senin (22/04) dini hari pukul 01.00, di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, terjadi orang meninggal dunia. Kematian warga yang diketahui bernama Iwan Guntoro (41), warga Kaliwungu RT 01/RW 05 Kecamatan Ngunut, diduga tidak wajar atau akibat kelalaian.

"Benar, terjadi orang meninggal dunia dengan tidak wajar. Kondisi korban sebelumnya diketahui mengalami gangguan jiwa," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo.

Karena tidak wajar, polisi memeriksa beberapa orang. Termasuk Kepala Desa Kaliwungu Bambang Dwijono (65) yang menjadi pelapor.

Dalam laporan yang disampaikan, diketahui bahwa Iwan mengalami gangguan jiwa meninggal dunia secara mendadak sewaktu dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang. "Sewaktu dibawa, korban diborgol dan diikat dengan menggunakan tali berbahan nilon warna putih dan juga disuntik (diberi obat) agar tidak memberontak dalam perjalanan," ungkap Endro.

Saat membawa Iwan, Gatot Kuswanto bersama teman yang lainnya mengendarai mobil jenis Xenia. Namun baru sampai di wilayah Kanigoro, Blitar, Iwan dibawa kembali pulang ke rumahnya di Desa Kaliwungu karena meninggal dunia. "Dilaporkan karena diduga ada kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia," jelas Endro.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu borgol dan seutas tali nilon dengan panjang 4 meter. Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Ngunut Iptu Purwanto mengaku masih melakukan penyelidikan. Namun dipastikan pihak keluarga tidak menghendaki otopsi terhadap korban Iwan. 

"Sebelumnya korban ini mengamuk. Kemudian diberi suntikan obat penenang sebelum dibawa ke RSJ. Namun sesampai di jalan, korban diketahui meninggal dunia," papar Purwanto.

Hingga dikonfirmasi, Purwanto menegaskan jika sudah ada surat dari keluarga untuk tidak melanjutkan kasus ini ke proses selanjutnya. 
"Pihak keluarga sudah memberikan surat pernyataan penolakan otopsi dan proses hukum tidak bisa kita lanjutkan," pungkasnya. 

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top