Kabar Bahagia, Produk UMKM Kota Malang Bakal Masuk Ritel

Wali Kota Malang Sutiaji saat menemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat menemui awak media. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

BANGKALANTIMES, MALANG – Kabar bahagia bagi pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah) di Kota Malang. Tahun ini, Pemerintah Kota Malang akan melakukan kerja sama dengan ritel atau toko modern untuk memasarkan aneka produk yang dimiliki UMKM.

Upaya untuk memasukkan produk rumahan agar bisa dipasarkan di toko modern itu, menurut Wali Kota Malang Sutiaji, sudah dalam tahap pembicaraan serius. Dalam beberapa kali pertemuan yang dilakukan dengan pihak toko modern, rencana itu mendapat sambutan baik dan akan segera terealisasi.

"Dan mulai sekarang kita harus bersama memperbaiki kualitas produk agar dapat masuk sesuai standart pasar modern. Termasuk juga pada kemasan yang harus dibuat lebih menarik," katanya belum lama ini.

Pria berkacamata itu menyampaikan, melalui kerja sama yang dibangun bersama perguruan tinggi, dia berharap produk UMKM di kota pendidikan ini dapat lebih bagus lagi. Baik secara kemasan ataupun cara pembuatan produk itu sendiri. Sehingga, produk yang dihasilkan dapat diterima untuk dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia, bahkan mancanegara. Sebab,  saat ini, belum banyak UMKM yang dapat menembus pasar nasional maupun internasional. Namun jika dilihat, geliat pasar UMKM di Malang selalu menunjukkan tren positif.

Lebih jauh dia juga menyampaikan  toko modern yang tak sesuai izin akan ditutup tahun ini juga. Terutama toko modern yang berada di dekat pasar tradisional. Sebab, sesuai aturan, memang tak dibenarkan ritel berada di dekat kawasan pasar.

"Saya sudah bertemu dengan beberapa pimpinan toko modern. Selain untuk menutup toko mereka yang tak sesuai aturan, juga berkaitan dengan rencana memasukkan produk UMKM ke pasar modern," imbuhnya.

Dia menyebut, setidaknya akan ada 15 toko modern yang akan ditutup tahun ini. Alasannya karena melanggar aturan pendirian pembangunan, seperti berdiri sangat dekat dengan pasar rakyat tradisional.

Sementara penutupan toko ritel modern saat ini masih menunggu inventarisir lebih detail dari dinas terkait. Juga menunggu pemantapan komunikasi dengan pengelola pengelola toko ritel modern tersebut.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top