Di Balik Angkernya Stadion Gajayana, Pernah Ada Upaya Negosiasi Kekuasaan

Stadion Gajayana setelah renovasi berkali-kali. (Foto: Google image)
Stadion Gajayana setelah renovasi berkali-kali. (Foto: Google image)

BANGKALANTIMES, MALANG – Stadion Gajayana, lapangan sepak bola kebanggaan warga Kota Malang, kiprahnya memang tak bisa dipandang sebelah mata. Memiliki citra angker, stadion tertua di Indonesia ini pun selalu berhasil menorehkan prestasi bagi klub sepak bola besar di Kota Pendidikan ini.

Di balik cerita angker itu, Stadion Gajayana juga memiliki segudang cerita dalam kaitannya dengan perebutan  kekuasaan. Konon, di stadion inilah dulu Pemerintah Kotapraja Malang menyerahkam wilayah kekuasaannya kepada Pemerintahan Bala Tentara Nippon Jepang, 7 Maret tahun 1942.

"Dan itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa Stadion Gajayana juga masuk dan diusulkan sebagai salah satu cagar budaya di Kota Malang," kata Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Agung H. Buana.

Lebih jauh Agung menjelaskan, Stadion Gajayana merupakan stadion tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1920-an. Saat itu, satu-satunya stadion di Kota Malang itu menjadi pusat berolahraga yang juga berdekatan dengan kolam renang dan pacuan kuda yang kini dikenal sebagai Simpang Balapan, Ijen.

"Dan bentuk Stadion Gajayana yang sekarang dengan yang dulu itu sudah berbeda memang," imbuh pria yang juga berprofesi sebagai kasi promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang itu.

Agung menjelaskan, Stadion Gajayana direnovasi pertama  pada 1990 an dengan daya tampung mencapai kurang lebih 17 ribu. Kemudian kembali dilakukan renovasi dan kini stadion mampu menampung 30 ribu orang.

Pada pembangunan awal, stadion ini hanya memiliki satu buah tribun berukuran kecil serta hamparan rumput.  Tentu jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Rumput hijau sudah dikelilingi oleh tribun lengkap dengan temboknya. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bangkalantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bangkalantimes.com | marketing[at]bangkalantimes.com
Top